Alhamdulillah, info pengumuman pembukaan pendaftaran Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) 2014 telah resmi dibuka, seperti disampaikan dalam PENGUMUMAN NOMOR: DT.I.III/HM.01/707/2014 tentang SELEKSI CALON PESERTA PROGRAM BEASISWA SANTRI BERPRESTASI TAHUN 2014
Dalam surat tersebut berisi:
1. Pengajuan mengikuti seleksi dapat dilakukan pada 33 Kanwil Kementerian Agama Propinsi mulai tanggal 19 April 2014 dan di tutup pada tanggal 14 Mei 2014;
2. Seleksi akan dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2014 pada Kanwil Kementerian Agama Propinsi yang di tunjuk;
3. Pengumuman hasil seleksi akan dilakukan pada tanggal 6 Juni 2014, melalui website www.kemenag.co.id dan www.pondokpesantren.net;
4. Hal-hal lain mengenai seleksi dapat dilihat dalam Panduan Seleksi Calon Peserta Program Beasiswa Santri Berprestasi Tahun 2014 (terlampir).
Dan untuk Panduan + formulirnya bisa di download di link berikut:
http://www.pondokpesantren.net/.../seleksi_calon_peserta...
Salam Message
Jumat, 02 Mei 2014
Jumat, 11 April 2014
[INFO] MANBA'UL HIKAM FAIR 2014
IKUTILAH!!!
Manba'ul Hikam Fair 2014
Festival Sholawat Al-Banjari se-Jawa Timur
Acara dilaksanakan pd Ahad, 15 Juni 2014 di PP Manba'ul Hikam Sidoarjo pukul 08.00 WIB sampai selesai.
>> Pendaftaran 10 April 2014 sampai 1 Juni 2014
>> Tempat Pendaftaran PP Manba'ul Hikam (08.00-15.00 WIB)
>> TM pada Ahad, 8 Juni 2014 (13.00 WIB) di Masjid PP. Manba'ul Hikam
>> Biaya Pendaftaran Rp. 80.000,-
>> Kuota Peserta 60 Group
CP: Mas Agung Primadani (085 732 107 800)
Abd. Halim (085 731 719 181)
Ibnu Mu'allim (081 515 218 373)
M. Taufiqur Rifqi (085 748 297 209)
Asrojuddinul A. (085 732 207 722)
Link: https://www.facebook.com/pages/PP-Manbaul-Hikam-Sidoarjo/345135398859068
Manba'ul Hikam Fair 2014
Festival Sholawat Al-Banjari se-Jawa Timur
Acara dilaksanakan pd Ahad, 15 Juni 2014 di PP Manba'ul Hikam Sidoarjo pukul 08.00 WIB sampai selesai.
>> Pendaftaran 10 April 2014 sampai 1 Juni 2014
>> Tempat Pendaftaran PP Manba'ul Hikam (08.00-15.00 WIB)
>> TM pada Ahad, 8 Juni 2014 (13.00 WIB) di Masjid PP. Manba'ul Hikam
>> Biaya Pendaftaran Rp. 80.000,-
>> Kuota Peserta 60 Group
CP: Mas Agung Primadani (085 732 107 800)
Abd. Halim (085 731 719 181)
Ibnu Mu'allim (081 515 218 373)
M. Taufiqur Rifqi (085 748 297 209)
Asrojuddinul A. (085 732 207 722)
Link: https://www.facebook.com/pages/PP-Manbaul-Hikam-Sidoarjo/345135398859068
Selasa, 01 April 2014
[PUISI] Seabad Abah Khozin (1912-2012)
![]() |
| Alm. KH. M. KHOZIN MANSHUR -rohimahullahu- (1912M/1331H-2009M/1430H) |
kini nian senja.
Resah membaur tepian lembar sukma.
Sekilas duka,
lara melanda pesantren tercinta.
Butir-butir luka
dalam selimut dzurriyyahmu.
Lihatlah kini,
Manba’ul Hikam,
semenjak kau tinggalkan.
Kami seakan kehilangan arah.
Redup sudah cahaya itu.
Manba’ul Hikam,
semenjak kau tinggalkan.
Kami seakan kehilangan arah.
Redup sudah cahaya itu.
Dan di langit;
para tekhnokrat berkata:
para tekhnokrat berkata:
bahwa Manba’ul Hikam
kita adalah surut,
bahwa Manba’ul Hikam mesti dibangun;
mesti di-up-grade,
disesuaikan dengan teknologi masa kini.
bahwa Manba’ul Hikam mesti dibangun;
mesti di-up-grade,
disesuaikan dengan teknologi masa kini.
Sungguh Abah,
Khozin tercinta.
Setelah kau putuskan pergi,
tinggalkan kami semua,
santri Manba’ul Hikam.
Khozin tercinta.
Setelah kau putuskan pergi,
tinggalkan kami semua,
santri Manba’ul Hikam.
Minggu, 10 November 2013
[ARTIKEL] SANTRI; Agent of Change
Oleh: Ahmad Zainal Musthofah*
“Kondisi yang heterogen dalam dunia
pondok pesantren memberikan sebuah peluang pembelajaran yang multikural, baik
pendidikannya maupun dalam pergaulan masyarakat pesantren. Dengan kondisi yang multikultural, proses interaksi
dengan orang lain, dan mempelajari watak dari setiap orang memberikan peluang
setiap orang untuk berkembang, baik cara berpikir, bertingkahlaku, dan memutuskan
sesuatu.”
Sepanjang
pengetahuan yang telah tersebar selama ini di kalangan akademisi, aktivis,
intelektualis, sepertinya hanyalah mahasiswa yang 'paling pantas' diposisikan
sebagai penyandang gelar istilah agent of change (agen perubahan).
Padahal, stigma tersebut juga berpotensi besar dimiliki oleh lembaga pendidikan
non-formal yang berbasis keagamaan, seperti halnya pondok pesantren.
Nilai-nilai sejarah perjuangan panjang nenek moyang bangsa Indonesia dalam
merebut kemerdekaan dari tangan penjajah, demi kepentingan politik ada yang
rela membangun doktrin sejarah bahwa, perjuangan politik mencapai kemerdekaan
tidak lebih dari perjuangan bersenjata.
Peran penting lembaga berbasis
keagamaan ini dalam sejarah nasional yang pantasnya mendapat penghargaan besar.
Tapi, kenapa justru mendapat ketidak-aku-an pemerintah. Dalam konteks
perjuangan melawan pemerintah kolonial, pesantren mampu mencetak
pejuang-pejuang pergerakan nasional, seperti halnya, tokoh-tokoh; Soekarno,
Sjahrir, dan Bung Tomo dengan organisasinya Boedi Utomo yang melahirkan kesepakatan
bersama para pemuda-pemudi dalam wadah Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28
Oktober. Lebih parah lagi, lembaga berlatar belakang tradisi multikultural ini
sempat pula dicurigai sebagai sarang kejumudan, konservatisme, ini menjadi
penghalang besar bagi usaha-usaha pembangunan yang digalakkan pemerintah
sekitar tahun 1970-an hingga akhir tahun 1980-an. Baru-baru ini, sekitar tahun
2004-an ke belakang, ada hal yang menyedihkan dengan munculnya stigma, bahwa pesantren
disebut sebagai sarang teroris.
Minggu, 03 November 2013
[INFO] Lomba OnLine SANTRINESIA
![]() |
| SANTRINESIA, Santri untuk Indonesia Yogyakarta, 1-7 Desember 2013 |
Dalam rangka HARLAH ke-6 CSS MoRA, kami sebagai panitia SANTRINESIA mempersembahkan berbagai macam lomba, yaitu ;
a) ESSAY
TEMA: "TOLERANSI KEBANGSAAN"
Subtema: 1) Membumikan nilai-nilai kerukunan dalam konteks keindonesiaan.
2) Pengaruh dunia pendidikan terhadap pembentukan masyarakat yang berkarakter dalam menghargai perbedaan.
3) Nilai-nilai humanis yang terdapat dalam pesantren dan hubungannya dalam upaya pembentukan bangsa yang harmonis
2) Pengaruh dunia pendidikan terhadap pembentukan masyarakat yang berkarakter dalam menghargai perbedaan.
3) Nilai-nilai humanis yang terdapat dalam pesantren dan hubungannya dalam upaya pembentukan bangsa yang harmonis
Kategori Peserta Lomba: PELAJAR - MAHASISWA
Minggu, 28 April 2013
[INFO] Brosur Yayasan Pon. Pes. Manba'ul Hikam Sidoarjo
[WAWASAN] Sejarah Singkat Berdirinya Pesantren Salafiyah SABIILUL MUTTAQIIN Yogyakarta
Pada awal
berdirinya Hari Kamis Pahing, 6 September 1990.Pesantren Salafiyah Sabiilul
Muttaqiin diberinama oleh Khadlrotusy Syekh KH. Akhmad Musaddad Faqih
Al-Bantani ( Pengasuh Pesantren As- Salafiyah Banten dan Mursyid Thoriiqoh Al –
Qodiriyyah wan naqsyabandiyyah ) dengan
Majelis Dzikir dan Jurus Pemahaman Sabiilul Muhtadiin. Majelis ini dirintis
mulai tahun 1986.
Majelis ini
dirintis dan didirikan Oleh KH. Roikhan
Zainal Arifin Al Makky yang kemudian oleh para santri saat ini dipanggil dengan
panggilan Abah ( Ayahanda ).Dari garis Ibu beliau adalah cicit / buyut dari
Simbah Ketib Cendono( Reh Kawedanan Kapengulonan Karaton Ngayogyakarto
Hadiningrat) KH. ‘Abdush-Shomad Dipodiningrat, sedang dari garis ayah beliau
adalah cicit / buyut dari Sayyid.
‘Abdurrokhman Bad.
Santri /
jama’ahnya pada saat itu sebagian besar sudah berkeluarga dan berasal dari berbagai kalangan seperti ;
Guru, Pegawai Negeri, Mahasiswa, Wiraswasta, buruh, ABRI – POLRI, dan lebih
khusus adalah orang orang yang masih suka melakukan Bid’ah dan Syirik serta
orang – orang yang dikategorikan sebagi pelaku kejahatan dan pelaku segala
bentuk kemakshiyatan yang ingin bertobat dan mencari pencerahan jiwa.
Amaliyahnya
dilaksanakan rutin tiap malam Kamis di dalam majelis ini adalah dzikir Qodiri
dan Naqsyabandi seperti yang pernah dipelajari oleh Abah pada guru – guru yang
terdahulu, Khusunya kepada Khadlrotusy Syekh KH. Utsman Abidin ( Pesantren Al – Markhamah, Petamburan,
Jakarta ) seorang Ulama sekaligus Mursyid Thoriiqoh Qoodiriyyah
Naqsyabandiyyah.
Pertengahan
tahun 1992 kegiatan amaliyah rutin untuk sementara waktu berhenti ( Vakum )
karena berbagai macam kesibukan dan tugas
dari para santri, dan abah sendiri waktu itu juga melanjutkan untuk
mengaji. Namun disepakati oleh para santri pertemuan / amaliyah dilaksanakan
hanya pada setiap Malam Kamis
Pahing ( 35 hari sekali ), dengan
maksud agar supaya jangan sampai terputus Silaturrakhim.
Pada tahun
1996 diadakan usaha perintisan kembali setelah Abah selesai mengaji ilmu
Mu’amalah kepada Khadlrotusy Syekh KH. Khozin Mansur ( Pesantren Mamba’ul
Khikam, Tanggul Angin Sidoarjo Jawa Timur ) dengan cara mengumpulkan santri
yang sudah ada, namun tidak berhasil dikarenakan banyak yang sudah keluar dari
wilayah DIY dan bahkan ada pula yang sudah meninggal dunia.
Rabu, 26 Desember 2012
[SINOPSIS] HABIBIE & AINUN
Ini adalah kisah tentang apa yang terjadi bila kau menemukan belahan hatimu. Kisah tentang cinta pertama dan cinta terakhir. Kisah tentang Presiden ketiga Indonesia dan ibu negara. Kisah tentang Habibie dan Ainun.
Rudy Habibie seorang jenius ahli pesawat terbang yang punya mimpi besar: berbakti kepada bangsa Indonesia dengan membuat truk terbang untuk menyatukan Indonesia. Sedangkan Ainun adalah seorang dokter muda cerdas yang dengan jalur karir terbuka lebar untuknya.
Pada tahun 1962, dua kawan SMP ini bertemu lagi di Bandung. Habibie jatuh cinta seketika pada Ainun yang baginya semanis gula. Tapi Ainun, dia tak hanya jatuh cinta, dia iman pada visi dan mimpi Habibie. Mereka menikah dan terbang ke Jerman.
Punya mimpi tak akan pernah mudah. Habibie dan Ainun tahu itu. Cinta mereka terbangun dalam perjalanan mewujudkan mimpi. Dinginnya salju Jerman, pengorbanan, rasa sakit, kesendirian serta godaan harta dan kuasa saat mereka kembali ke Indonesia mengiringi perjalanan dua hidup menjadi satu.
Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Bagi Ainun, Habibie adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya. Namun setiap kisah mempunyai akhir, setiap mimpi mempunyai batas. Kemudian pada satu titik, dua belahan jiwa ini tersadar; Apakah cinta mereka akan bisa terus abadi?
[WAWASAN] Tugu Jogja, Landmark Kota Jogja yang Paling Terkenal
![]() |
| TUGU JOGJA (Titik 0 km Jogja) |
Tugu Jogja memendam makna filosofis tentang
semangat perlawanan atas penjajahan dan kini menjadi landmark yang sangat lekat
dengan Kota Jogja. Ada juga tradisi memeluk atau mencium tugu ini ketika lulus
kuliah.
Tugu Jogja merupakan landmark Kota Yogyakarta yang paling terkenal.
Monumen ini berada tepat di tengah perempatan Jalan Pangeran Mangkubumi, Jalan
Jendral Soedirman, Jalan A.M Sangaji dan Jalan Diponegoro. Tugu Jogja yang
berusia hampir 3 abad memiliki makna yang dalam sekaligus menyimpan beberapa
rekaman sejarah kota Yogyakarta.
Tugu Jogja kira-kira didirikan setahun setelah Kraton Yogyakarta
berdiri. Pada saat awal berdirinya, bangunan ini secara tegas menggambarkan Manunggaling Kawula Gusti,
semangat persatuan rakyat dan penguasa untuk melawan penjajahan. Semangat
persatuan atau yang disebut golong
gilig itu tergambar jelas
pada bangunan tugu, tiangnya berbentuk gilig (silinder) dan puncaknya berbentuk golong (bulat), sehingga disebut Tugu
Golong-Gilig.Secara rinci, bangunan Tugu Jogja saat awal dibangun berbentuk tiang silinder yang mengerucut ke atas. Bagian dasarnya berupa pagar yang melingkar sementara bagian puncaknya berbentuk bulat. Ketinggian bangunan tugu pada awalnya mencapai 25 meter.
Selasa, 25 Desember 2012
[SOSOK] MUFASSIR SYAIKH ALI AS-SHOBUNI
![]() |
| Syekh Ali al-Shabuni |
Syekh
Ali al-Shabuni ditetapkan sebagai Tokoh Muslim Dunia 2007 oleh DIQA. Nama besar
Syaikh Muhammad Ali al-Shabuni begitu mendunia. Beliau merupakan seorang ulama
dan ahli tafsir yang terkenal dengan keluasan dan kedalaman ilmu serta sifat
wara-nya. nama lengkap beliau adalah Muhammad Ali Ibn Ali Ibn Jamil al-Shabuni.
Beliau dilahirkan di Madinah pada tahun 1347 H/1928 M alumnus Tsanawiyah
al-Syari’ah. Syekh al-Shabuni dibesarkan di tengah-tengah keluarga terpelajar.
Ayahnya, Syekh Jamil, merupakan salah seorang ulama senior di Aleppo. Ia
memperoleh pendidikan dasar dan formal mengenai bahasa Arab, ilmu waris, dan
ilmu-ilmu agama di bawah bimbingan langsung sang ayah. Sejak usia kanak-kanak,
ia sudah memperlihatkan bakat dan kecerdasan dalam menyerap berbagai ilmu
agama. Di usianya yang masih belia, Syaikh Al-Shabuni sudah hafal Alquran. Tak
heran bila kemampuannya ini membuat banyak ulama di tempatnya belajar sangat
menyukai kepribadian al-Shabuni.
A. Guru-gurunya
Salah satu guru beliau adalah sang ayah, Syaikh Jamil
al-Shabuni. Ia juga berguru pada ulama terkemuka di Aleppo, seperti
SyaikhMuhammad Najib Sirajuddin, Syaikh Ahmad al-Shama, Syaikh Muhammad Said
al-Idlibi, Syekh Muhammad Raghib al-Tabbakh, dan Syekh Muhammad Najib Khayatah.
B. Aktivitas Pendidikan
Untuk menambah pengetahuannya,Syaikh Ali al-Shabuni juga kerap
mengikuti kajian-kajian para ulama lainnya yang biasa diselenggarakan di
berbagai masjid.Setelah menamatkan pendidikan dasar,Syaikh al-Shabuni
melanjutkan pendidikan formalnya di sekolah milik pemerintah, Madr`sah
al-Tijariyyah. Di sini, ia hanya mengenyam pendidikan selama satu tahun.
Kemudian, ia meneruskan pendidikan di sekolah khusus syariah, Khasrawiyya, yang
berada di Aleppo.
Kamis, 20 Desember 2012
[BUKU] Kisah Inspiratif dari Para Santri Berprestasi
![]() |
| Cover Buku Success Story Santri CSS MoRA |
Penerbit: Penerbit Matapena
Editor:Lianni Qanita
Penata isi: Imam Adolide
Tahun Terbit: Cet I, November, 2012
Tebal Halaman: xii + 184 halaman
ISBN: 979- 25-5384-3
Peresensi; Noor Aflah
Buku yang diterbitkan oleh Penerbit Matapena yang berkerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) RI ini memuat berbagai kisah nyata perjalanan para santri dalam berkhidmat dan membangun impian mereka sejak di pesantren hingga bisa berkuliah lantaran mendapatkan beasiswa dari Kemenag RI melalui Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB). PBSB merupakan sebuah beasiswa yang ditujukan bagi santri yang memiliki kemampuan akademik, kematangan pribadi, kemampuan penalaran, dan potensi untuk mengikuti program pendidikan perguruan tinggi.
Program beasiswa ini dicetuskan karena adanya fakta yang menunjukkan bahwa untuk bisa masuk ke perguruan tinggi bagi kaum santri “berprestasi” yang sulit. Apalagi untuk bisa lewat jalur beasiswa. Dari situlah, maka Kemenag RI melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Ditjen Pendidikan Islam berinisiatif dengan mengupayakan sebuah program beasiswa bagi mereka, yakni dengan program PBSB. (hal. vii).
Ada dua puluh lima cerita yang ditulis dalam buku ini. Kesemuanya sungguh inspiratif. Satu cerita dengan cerita lainnya mempunyai keunikan sendiri-sendiri. Kita ambil contoh saja, Ufiq Faisol Ahlif, seorang santri dari Pesantern AT-Thullah TBS Kudus.
Sejak menitih studi di MA atau setara dengan SMA, ia selalu diliputi persaan galau antara terus untuk mondok atau “ngampus” di perguruan tinggi. Baginya –sebelum masuk PBSB-, kuliah hanya akan berorientasi pada kehidupan duniawi saja, dan tidak ada lagi ilmu-ilmu agama yang menghiasi hari-hari perkuliahan. Maka dari situ, saat itu ia memilih untuk melanjtukan ke pesantren. Selain itu, juga ada satu syarat lagi yang harus Ufiq patuhi ketika ia ingin kuliah. Yakni sang orang tua yang tak mau membiayai kuliahnya (hal. 113).
Sejak saat itu, setelah selesai sekolah maupun pada jam-jam kosong, Ufiq selalu menyempatkan diri pergi ke warnet untuk mencari informasi tentang pesantren dan beasiswa untuk kuliah. Karena untuk pesantren telah di pasrahkan ke orang tuanya, maka ia lebih fokus untuk mencari informasi beasiswa di perguruan tinggi-perguruan tinggi (hal. 114).
Tak terasa 2 tahun telah terlewati. Masa studi Ufiq di MA pun tengah memasuki akhir tahun. Teka-teki masa depan kehidupannya mulai menemui titik terang. Ada kabar bahwa tiga orang kakak kelasnya masuk dalam seleksi beasiswa PBSB. Ia pun tertarik untuk mengikuti jejak mereka.
Pada bulan Februari 2010, guru bahasa Inggris sekaligus wakil kepala sekolah bidang Humas dan Sarpras mengumumkan: “Pendaftaran beasiswa Pekapontren 2010 telah dibuka, bagi siswa yang ingin mengikutinya silahkan menghubungi Pak Qomari dan segera melengkapi persyaratan administrasinya”. Mendengar pengumuman itu, Ufiq pun menghela nafas dan berujar: “inilah jalan saya” (hal. 115).
Ada 13 orang tercatat yang telah mendaftar, sehingga guru yang bertugas harus lembur mengumpulkan persyaratan yang harus dipenuhi mengingat waktu tak seleksi tak lama lagi. Tak pelak, Ufiq dan 13 tahun pun harus ikut lembur membantu menyiapkan persyaratan-persyaratan tersebut.
Singkat cerita, tibalah waktu seleksi. Ufiq bersama 13 orang temannya pergi ke Semarang (tempat seleksi regional tengah). Tes seleksi dilakukan seharian penuh. Tak ada waktu buat peserta untuk merilekskan diri apalagi untuk belajar. Lelah tiada tara nampak jelas diraut muka seluruh peserta. Tak terkecuali Ufiq. Dalam kondisi seperti itu Ufiq hanya bisa pasrah dan semoga diberikan yang terbaik (hal. 117).
Jam 17.00 WIB lebih tes seleksi baru selesai. Pulanglah Ufiq dan 13 temannya ke Kudus dengan diringi rasa capek yang tak terhingga. Namun semua itu tak sia-sia. Akhirnya semua usahanya berbuah manis. Seminggu sebelum hari pengumuman hasil seleksi, ia mendapatkan SMS dari teman yang isinya: “selamat kepada Ufiq faisol ahlif yang diterima beasiswa PBSB di UPI Bandung”. Tak bisa dibayangkan betapa bahagianya Ufiq pada saat itu.
Begitulah kira-kira kisah para santri menggapai mimpi yang tertuang dalam buku ini. Lain halnya dengan Ufiq, Isma Noor Fitria –santrwati asal Banjarbaru, Kalsel- yang harus bekerja ekstra keras dalam MQK (Musabaqah Qira’at al-Kutub) di pesantrennya hanya untuk bisa mendapatkan beasiswa ini (hal. 65).
Begitu juga dengan Hamas seorang santri generasi pertama di kota Padang yang lolos seleksi di tingkat Sumatra Barat untuk maju ke level nasional dalam Olimpiade Sains Nasional. Walaupun akhirnya tidak lolos namun terus optimis dan membangun impian barunya. Dan akhirnya diterimalah ia kuliah di ITB jurusan Teknologi Industri melalui program beasiswa ini (ha. 79). Begitu inspiratif.
Kisah-kisah yang ditulis langsung oleh para penerima beasiswa PBSB dalam buku ini bak sebuah gambaran riil karakteristik santri dengan segala pahit getir perjuangannya menggapai cita. Dengan bahasa yang renyah, buku ini rasanya telah membuktikan bahwa santri pun juga bisa dan mampu bersaing dengan pelajar lainnya dalam menempuh studi di perguruan tinggi.
Santri pun bisa menulis. Santri pun punya impian hebat. Santri pun bisa sukses. Selamat membaca!
Rabu, 19 Desember 2012
[SOSOK] PENDIRI PESANTREN MANBA’UL HIKAM
KH. MOH. KHOZIN MANSHUR;
KYAI BERDARAH ARYA PENANGSANG
Asal Usul Nasab
![]() |
| KH. MOH. KHOZIN MANSHUR bersama istri |
Muhammad Khozin Manshur adalah putera kesepuluh dari pasangan KH. Muhammad Manshur – Hj. Maimunah binti Nur Syam bin Abdul Hafidz (Mbah Kampil). Lahir di Desa Mayangang kecamatan Peterongan (Jogoroto) kabupaten Jombang pada tahun 1912 M atau 1331 H. Dilihat dari segi nasab (asal-usul keturunan), KH M Mansur bukanlah nasab orang biasa. KH M Mansur biasa disebut dengan Abdul Bakir bin Arya Reja bin Arya Kromo bin Arya Penangsang bin Pangeran Sekar Seda Lepen.
Dalam Babat Tanah Jawi, Pangeran Sekar adalah adik Pangeran Sabrang Lor, Adipati (Y) Unus, raja Demak ke-2 sesudah Raden Patah. Setelah wafatnya Adipati Unus, Pangeran Sekar meninggal dunia dalam usia muda karena dibunuh oleh sekelompok ‘orang misterius’ suruhan Sunan Prawata (anak Raden Trenggono), saat Pangeran Sekar dalam perjalanan pulang dari masjid menuju rumahnya. Kematiannya ditafsirkan oleh para sejarahwan bermuatan politis yaitu terkait dengan suksesi kepemimpinan kesultanan Demak. Jika Pangeran Sekar dibiarkan hidup dikhawatirkan tahta Demak akan pindah ke tangannya. Jasad beliau lalu dilemparkan ke sungai. Oleh karena itu, ia dikenal dengan sebutan Pangeran Sekar Seda Lepen (Pangeran Sekar yang wafat di sungai). Pasca kematian Pati Unus dan Pangeran Sekar, kerajaan Demak diperintah oleh Sultan Trenggono, pamannya Pangeran Sekar. Sultan Trenggono adalah ayah dari Sunan Prawata.
Saat tragedi berdarah itu terjadi, Pangeran Sekar telah mempunyai anak laki-laki yang bernama Arya Penangsang. Pasca kematian ayahnya, Arya Penangsang diasuh dan dididik oleh Sunan Kudus sebab Sunan Kudus adalah disamping sebagai wali (tokoh agama) juga menjadi penasehat raja dalam urusan kemiliteran. Oleh karena itu, Arya penangsang terkenal sangat sakti dan emosional.
Sepeninggal Sultan Trenggono, Arya Penangsang berniat merebut tahta kerajaan
Minggu, 16 Desember 2012
[WAWASAN] Mengenal Salafi
Apa
itu Salafi???
Kata salafi adalah sebuah bentuk
penisbatan kepada as-salaf. Kata as-salaf sendiri secara bahasa
bermakna orang-orang yang mendahului atau hidup sebelum zaman kita.
Adapun makna terminologis as-salaf
adalah generasi yang dibatasi oleh sebuah penjelasan Rasulullah SAW dalam
haditsnya, “Sebaik-baik manusia adalah (yang hidup) di masaku, kemudian yang
mengikuti mereka (tabi’in), kemudian yang mengikuti mereka (tabi’at tabi’in).”
(HR. Bukhori dan Muslim).
Berdasarkan hadits ini, maka yang dimaksud
dengan as-salaf adalah para sahabat Nabi SAW, kemudian tabi’in (pengikut
Nabi SAW setelah masa sahabat), lalu tabi’at tabi’in (pengikut Nabi SAW
setelah masa tabi’in, termasuk didalamnya para Imam Madzhab karena mereka
semua hidup di tiga abad pertama sepeninggal Rasulullah SAW). Oleh karena itu,
ketiga kurun ini kemudian dikenal juga dengan sebutan Al-Qurun
Al-Mufadhdholah (kurun-kurun yang mendapatkan keutamaan). Sebagian Ulama’
kemudian menambahkan label ash-shalih-sehingga menjadi as-salafu
ash-shalih- untuk memberikan karakter pembeda dengan pendahulu kita yang
lain yang datang sesudah generasi tiga kurun ini (yang kemudian dikenal dengan al-khalaf).
Sehingga, seorang salafi berarti seseorang yang mengaku mengikuti jalan para
sahabat Nabi SAW, tabi’in dan tabi’at tabi’in dalam seluruh sisi
ajaran dan pemahaman mereka.
Sampai di sini, tampak jelas bahwa sebenarnya
tidak ada masalah dengan arti salafi ini, karena pada dasarnya setiap
muslim akan mengakui legalitas kedudukan para sahabat Nabi SAW dan dua generasi
terbaik umat islam sesudahnya; tabi’in dan tabi’at tabi’in. Atau
dengan kata lain seorang muslim mana pun sebenarnya sedikit banyak memiliki
kadar ke”salafi’an dalam dirinya,
Jumat, 14 Desember 2012
[PUISI] INDAHNYA PAGI
by: Tiara (2012)
setitik embun membasahi kuntum mawarku
bagaikan
pelangi di pagi hari
yang membayang
dari sungai suci
segar harum
semerbak
menyebar wangi
di tamanku
kuhirup udara
segar
kucium mawar
itu
alangkah
gembirnya hatiku
di pagi ini
matahari yang
ungu mulai bersinar
angin semilir lembut membelai rambutku
kicauan burung menambah semarak
indahnya pagi
[SAJAK] Seabad Abah Khozin (1912-2012)
![]() |
| KH. Moh. Khozin Mansur rohimahullah (Pendiri PP Manba'ul Hikam, Sidoarjo) |
Gemuruh duka santri,
kini nian senja.
Resah membaur tepian lembar sukma.
Sekilas duka,
lara melanda pesantren tercinta.
Butir-butir luka
dalam selimut dzurriyyahmu.
kini nian senja.
Resah membaur tepian lembar sukma.
Sekilas duka,
lara melanda pesantren tercinta.
Butir-butir luka
dalam selimut dzurriyyahmu.
Lihatlah kini,
Manba’ul Hikam,
semenjak kau tinggalkan.
Kami seakan kehilangan arah.
Redup sudah cahaya itu.
Manba’ul Hikam,
semenjak kau tinggalkan.
Kami seakan kehilangan arah.
Redup sudah cahaya itu.
[WAWASAN] SEJARAH PERCETAKAN AL-QUR’AN DI BARAT
Oleh: Ahmad Zainal Musthofah*
Informasi tentang siapa, kapan, di mana, mengapa
dan bagaimana al-Qur’an dicetak pertama kali masih belum jelas betul. Namun
mayoritas sarjana menyepakati bahwa Al-Qur’an pertama kali dicetak dengan the
moveable type, (jenis mesin cetak yang ditemukan oleh Johannes Gutenberg
sekitar 1440 M di Mainz, Jerman) oleh Paganino dan Alessandro Paganini (ayah
dan anak, keduanya adalah ahli pencetakan dan penerbitan), antara 9 Agustus dan
9 Agustus 1538 di Venice, Itali (sekarang lebih dikenal dengan Venesia. Sarjana
Islam menyebut kota ini dengan al-Bunduqiiyah). Sebagian informasi menyatakan
bahwa cetakan ini konon tidak beredar karena dilarang Gereja Katolik. Akhirnya
cetakan tersebut musnahkan.
Namun informasi lain menyatakan bahwa lain.
Konon, cetakan al-Qur’an yang dibuat oleh Paganino dan Alessandro Paganini akan
dikirim ke Imperium Ottoman. Ketika Alessandro Paganini pergi ke Istanbul untuk
menjual produknya (al-Qur’an cetakan), Kaisar Ottoman tidak menyambutnya dengan
hangat karena banyak kesalahan di dalamnya, apalagi yang mencetak adalah orang
yang dianggap kafir (non-muslim). Memang, sultan Ottoman, Bayazid II (1447 atau
8-1512 M) dan Salim I (1470-1520 M) pernah mengeluarkan larangan penggunaan
buku-buku yang dicetak. Namun kebenaran isu ini masih tetap perlu diteliti
lebih lanjut.
Pelarangan peredaran al-Qur’an sudah berlangsung
berabad-abad semenjak Paus Clemens VI sekitar 1309 M. Hingga akhir, al-Qur’an
boleh dicetak dan diedarkan apabila disertai komentar penyangkalan dan kritikan
atas kebenaran isi al-Qur’an. Hal ini mendorong dicetaknya terjemah al-Qur’an.
Terjemah al-Qur’an pertama kali ke dalam bahasa Latin dicetak di Nurenberg pada
1543 M.
Kamis, 22 November 2012
[OPINI] Kekerasan Atas Nama Agama; Film “Innocence of Muslims”
Oleh:
Ali Muazis*
Pengantar
Innocence of
Muslims, sebelumnya berjudul Innocence of Bn Laden adalah sebuah
film Amerika Serikat beranggaran rendah tahun 2012 yang bertemakan anti-Islam.
Film ini diproduseri oleh seorang Koptik bernama Nakoula Basseley Nakoula.
Sebulan setelah pemutaran perdananya (segaligus satu-satunya) di Vine Theathre,
Hollywood, dua trailer film diunggah di Youtube pada bulan Juli 2012.
Sky News menyatakan film ini
adalah film “anti-Islam” dan dirancang untuk membuat marah umat Muslim. Menurut
kantor berita Reuters, trailer film ini menggambarkan Nabi Muhammad saw.
sebagai orang yang “bodoh, hidung belang dan penipu agama”. NBC News juga
menulis dalam film ini, Muhammad digambarkan sebagai “cassanova, homoseksual,
dan pelaku pelecehan anak”.
Film ini dibuka dengan Muslim Mesir
yang membakar rumah umat Kristen Mesir, sementara pasukan Mesir hanya berdiri
menyaksikan. Adegan berikutnya kembali ke zaman Nabi Muhammad saw. Istrinya,
Khadijah ditunjuk untuk membuat Al-Qur’an berdasarkan ayat-ayat Penjanjian Lama
dan dan Perjanjian Baru. Pengikut Nabi Muhammad saw. digambarkan sebagai
“pembunuh biadab yang haus kekayaan dan bertekad membunuh semua perempuan dan
anak-anak. Dalam salah satu kutipan di trailer, Nabi Muhammad saw. mendapat
wahyu yang digambarkan sebagai seekor keledai. Majalah Time menulis bahwa film
ini juga menggambarkan bahwa Nabi Muhammad saw. memiliki sisi “homoerotis”.[1]
Reaksi Atas
Film “Innocence of Muslims”
Protes atas Film “Innocence of
Muslims” terjadi di Libya, Duta Besar Amerika Serikat untuk Libya J Christopher
Stevens dan tiga konsulat AS menjadi korban dalam insiden Benghazi
(11/09/2012). Sedikitnya 18 pegawai AS dan aparat keamanan local setempat
mengalami luka-luka.[2]
Setelah insiden di Benghazi, Protes juga terjadi di Yaman, sekitar 5000 orang
berunjuk rasa menyerbu kedutaan Amerika Serikat.[3]
Unjuk rasa juga terjadi di Pakistan, Australia, Inggris dan lain-lain.
Kamis, 15 November 2012
[OPINI] SANTRI; Agent of Change
Oleh: Ahmad Zainal Musthofah*
“Kondisi yang heterogen dalam dunia
pondok pesantren memberikan sebuah peluang pembelajaran yang multikural, baik
pendidikannya maupun dalam pergaulan masyarakat pesantren. Dengan kondisi yang multikultural, proses interaksi
dengan orang lain, dan mempelajari watak dari setiap orang memberikan peluang
setiap orang untuk berkembang, baik cara berpikir, bertingkahlaku, dan memutuskan
sesuatu.”
Sepanjang
pengetahuan yang telah tersebar selama ini di kalangan akademisi, aktivis,
intelektualis, sepertinya hanyalah mahasiswa yang 'paling pantas' diposisikan
sebagai penyandang gelar istilah agent of change (agen perubahan).
Padahal, stigma tersebut juga berpotensi besar dimiliki oleh lembaga pendidikan
non-formal yang berbasis keagamaan, seperti halnya pondok pesantren.
Nilai-nilai sejarah perjuangan panjang nenek moyang bangsa Indonesia dalam
merebut kemerdekaan dari tangan penjajah, demi kepentingan politik ada yang
rela membangun doktrin sejarah bahwa, perjuangan politik mencapai kemerdekaan
tidak lebih dari perjuangan bersenjata.
Peran penting lembaga berbasis
keagamaan ini dalam sejarah nasional yang pantasnya mendapat penghargaan besar.
Tapi, kenapa justru mendapat ketidak-aku-an pemerintah. Dalam konteks
perjuangan melawan pemerintah kolonial, pesantren mampu mencetak
pejuang-pejuang pergerakan nasional, seperti halnya, tokoh-tokoh; Soekarno,
Sjahrir, dan Bung Tomo dengan organisasinya Boedi Utomo yang melahirkan
kesepakatan bersama para pemuda-pemudi dalam wadah Sumpah Pemuda yang
diperingati setiap 28 Oktober. Lebih parah lagi, lembaga berlatar belakang
tradisi multikultural ini sempat pula dicurigai sebagai sarang kejumudan,
[OPINI] Koruptor; Penjajah Masa Kini
Oleh: Ahmad Zainal Musthofah*
“Perjuanganku
lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena
melawan bangsamu sendiri.”
(Bung
Karno)
Agaknya hal inilah yang saat ini
mendera bangsa Indonesia. Bukan musuh dari luar melainkan bangsa Indonesia itu
sendiri yang menjadi musuh untuk satu sama lain.
Memasuki
bulan November, aura kebangsaan dan kepahlawanan sudah sangat terasa di
Indonesia. Itu disebabkan karena setiap tanggal 10 November bangsa Indonesia
memperingati Hari Pahlawan. Pada tanggal itu, pemerintah dan instansi-instansi
terkait di dalamnya akan menyelenggarakan upacara dan mengheningkan cipta
sejenak untuk mengenang pengabdian para pahlawan yang berperang bertaruh nyawa
untuk kemerdekaan Indonesia. Ditetapkannya tanggal 10 November sebagai Hari
Pahlawan, karena pada tanggal tersebut para pejuang kita bertempur mati-matian
untuk melawan tentara penjajah di Surabaya.
Pertempuran ini merupakan simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap penjajah. Kini zaman penjajahan telah berlalu. Bangsa Indonesia telah merdeka dari jeratan agresor bangsa asing. Namun harus diakui dengan jujur bahwa bangsa ini pada hakikatnya belum sepenuhnya merdeka. Hal ini mengingat banyaknya problematika yang sangat pelik yang melilit dan menjajah bangsa ini, mulai dari kemiskinan hingga tindakan korupsi yang tak kunjung henti. Bangsa ini masih dijajah oleh para koruptor yang sesungguhnya adalah “putra-putri” bangsa ini.
Pertempuran ini merupakan simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap penjajah. Kini zaman penjajahan telah berlalu. Bangsa Indonesia telah merdeka dari jeratan agresor bangsa asing. Namun harus diakui dengan jujur bahwa bangsa ini pada hakikatnya belum sepenuhnya merdeka. Hal ini mengingat banyaknya problematika yang sangat pelik yang melilit dan menjajah bangsa ini, mulai dari kemiskinan hingga tindakan korupsi yang tak kunjung henti. Bangsa ini masih dijajah oleh para koruptor yang sesungguhnya adalah “putra-putri” bangsa ini.
Rabu, 10 Oktober 2012
[LAGU] Dia Atau Diriku "UNGU"
![]() |
| UNGU BAND |
Sungguh tak mungkin
Dalam kisah ini
Kita ‘kan
bersatu
Dalam kisah ini
Kita ‘
Bila tak pernah
Ada perasaaan
Cinta seutuhnya
Cinta seutuhnya
Kini akhirnya
Kau harus memilih
Dia atau dirku
Kau harus memilih
Dia atau dirku
![]() |
| CARTOON UNGU |
Yang pantas mendapatkan
Pantas menjadi kekasihmu
Pantas menjadi kekasihmu
Sampai kapankah kita
Akan bersama bila tak pernah ada
Akan bersama bila tak pernah ada
Sampai kapankah kita
Akan bersama bila kau hanya bisa
Akan bersama bila kau hanya bisa
Langganan:
Postingan (Atom)













